Tipuan Pemuda Bertato

Berdasarkan informasi yang kuperoleh dari berbagai sumber di internet, Thailand adalah salah satu Negara yang direkomendasikan bagi backpacker perempuan, backpacker pemula, atau solo traveler sekalipun. Disebutkan Negara ini relatif aman bagi turis. Karena itulah aku semakin yakin dan berani untuk melakukan petualangan bersama seorang teman perempuan untuk menjelajah Thailand. Kota yang kami pilih adalah Bangkok dan Pattaya.

Persiapan yang kami lakukan, menurutku, sangat matang. Diantaranya mempersiapkan jadwal perjalanan, yaitu objek yang akan dikunjungi dan estimasi waktu yang diperlukan. Meskipun jadwal ini masih sangat fleksibel, tergantung situasi dan kondisi yang terjadi.

Kami langsung mencantumkan Grand Palace sebagai objek wisata yang pertama kami kunjungi di Bangkok. Dengan semangat, pagi itu kami berjalan kaki saja dari penginapan menuju Grand Palace. Sambil menikmati suasana kota kami mencoba meleburkan diri di tempat asing dan bahasa warga setempat yang juga asing. Terlebih lagi adalah tulisan yang mereka gunakan, meliuk-liuk, artistik dan sama sekali tak kumengerti.

Dari kejauhan sudah terlihat puncak-puncak bangunan di kompleks Grand Palace, menjulang runcing-runcing ke angkasa. Kami semakin mempercepat langkah. Di trotoar kami melewati segerombolan burung merpati dan kami sempat dicegat penjual makanan burung merpati. Kami dengan tegas mengatakan tidak ingin membeli dan terus melaju.

Kami sudah sampai di persimpangan. Tinggal menyebarang, dan kami akan langsung berhadapan dengan pagar tembok putih tinggi yang mengelilingi kompleks Grand Palace. Namun kami belum melihat dimana pintu gerbangnya. Ketika hendak menyeberang, kami disapa oleh seorang pemuda Thailand. Umurnya mungkin sekitar awal tigapuluhan. Kulitnya sawo matang dan bertato.

Kira-kira ringkasan percakapannya seperti ini :

“Orang Thailand?” tanyanya kepada kami.

“Bukan, dari Indonesia,” jawabku.

“Mau ke Grand Palace ya?”

“Iya”

“Oh ya jam berapa sekarang?”

“Oh jam 10,” kata temanku setelah melihat jam tangan.

“Kalian tidak tahu, sekarang sedang ada hari perayaan agama, jadi Grand Palace sedang tutup, baru buka lagi nanti jam 12 “

“Oya kami tidak tahu”

“Mendingan kalian ke xxx saja dulu (aku tidak ingat kemana tempat yang ditawarkannya), dari sini naik Tuk Tuk, kemudian naik boat keliling sungai, hanya sekitar dua jam, nanti baru kalian balik lagi ke Grand Palace”

Pemuda itu meminta kertas dan menuliskan denahnya.

“Oh terimakasih informasinya”

Diakhir, tak lupa aku menanyakan ucapan terima kasih dalam bahasa Thailand.

Kemudian pemuda itu menjauh, beberapa detik kemudian sebuah Tuk Tuk (angkutan umum di Thailand, beroda tiga seperti bemo tapi lebih besar dan lebih terbuka) berhenti persis di depan kami, dan menawarkan kami untuk menaiki Tuk Tuk. Kami menggeleng. Namun Tuk Tuk itu tak beranjak.

Kemudian pemuda itu datang lagi.

“Kalian tidak mengerti ya, Grand Palace sedang tutup,” kata pemuda itu dengan nada sedikit tinggi.

“Oh tidak apa-apa, kami mau foto-foto dulu di sekitar sini, Khap Khun Kaaaap,” kataku, dan kami segera berlalu dan menyeberang jalan meninggalkan pemuda itu serta Tuk Tuk yang masih saja ngetem di sana. Mereka tampak kesal.

Setelah bolak-balik mengitari pagar tembok putih tinggi, akhirnya kami sampai juga di pintu gerbang. Penuh lalu lalang turis dari berbagai Negara. Tidak ada sedikitpun tanda-tanda Grand Palace sedang tutup, karena kenyataannya Grand Palace memang sudah buka sejak pagi. Pemuda bertato tadi penipu.

Perkiraanku, tidak hanya pemuda itu saja yang berbuat seperti itu. Seperti sudah ada semacam komplotan yang kerjanya menipu turis, dan menjadikan itu sebagai mata pencaharian. Karena aku juga melihat pemuda lain bersama dua orang turis yang tingkah lakunya hampir sama dengan pemuda bertato tadi. Tapi yang mengherankanku, kenapa pemerintah Thailand tidak bertindak tegas terhadap penipu-penipu turis tersebut, karena ini sangat mengganggu kenyamanan turis.

SAM_0742

Gb. Di tempat inilah pemuda itu beraksi.

SAM_0757

Gb. Narsis sambil mencari pintu gerbang

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: